Senin, 08 Agustus 2011

MENGUNGKAP RAHASIA DAHSYATNYA OTAK KANAN MANUSIA


Mengungkap Rahasia Dahsyatnya Otak Kanan Manusia

1/20/2011 04:54:00 AM , Posted in Anda harus Tahu , islam indonesia , Science , 0 Comments

Mengungkap Rahasia Dahsyatnya Otak Kanan Manusia

“Seseorang yang pernah juara Olympiade Matematika dan Fisika bukan jaminan untuk bisa memiliki pribadi yang unggul dan sukses. Karena mereka hanya mengandalkan otak kiri saja, bukan otak kanan. Pantas, bila bangsa kita kalah dengan bangsa lain. Itu akibat, otak kanan yang tidak terasah.”

Demikian dikatakan Arman Andi Amirullah, Direktorat Pembinaan TK & SD Departemen Pendidikan Nasional Pusat, dalam Seminar Sehari “Mengungkap Rahasia Otak Kanan Anak” di aula Kelurahan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Rabu (19/1/2011) lalu. Pembicara lain dalam seminar ini adalah Dra Dhauharah Bawazir, Psi, M.Pd, praktisi pendidikan yang juga seorang dosen psikologi dan bimbingan konseling Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Menurut Arman, ternyata tidak semua orang tahu perihal kehebatan dan rahasia otak kanan manusia. Uniknya, berbagai macam respon timbul ketika mendengar informasi tentang otak kanan. Ada yang menganggap biasa-biasa saja, ada yang sama sekali tidak pernah mendengar, ada yang tidak percaya bahwa otak manusia terbagi dalam dua bagian dengan fungsinya masing-masing.


Respon lain, ada yang menganggap bahwa otak kanan berfungsi atau aktif secara otomatis, apabila organ tubuh bagian kiri sedang bergerak, bahkan ada anggapan tidak ada pembagian otak kiri, otak kanan, maupun otak tengah. Yang mereka percayai, otak manusia hanya satu.

....Karena mereka hanya mengandalkan otak kiri saja, bukan otak kanan. Pantas, bila bangsa kita kalah dengan bangsa lain. Itu akibat, otak kanan yang tidak terasah....

“Maka pantaslah jika Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara lain, Karena tidak tahu kehebatan otak kanannya. Ketika manusia tidak mengetahui rahasia otak kanannya, bisa dipastikan dirinya bukanlah orang kreatif, kurang peduli, kurang inovasi, kurang kreasi, tidak sungguh-sungguh, dan kurang ikhlas,” ujar Arman.

Otak kanan yang tidak pernah diasah, lanjut Arman, juga bisa mengakibatkan seseorang kehabisan ide, kurang rasa ingin tahunya, kurang disiplin, kurang tanggungjawab, kurang menghargai orang lain, kurang menghargai keindahan, kurang menghargai kekuatan hati, kekuatan cinta dan sebagainya. “Maka apakah kita masih mau menunda-nunda untuk mengaktifkan otak kanan anak-anak bangsa?” kata Arman prihatin.

Islam dan Otak Kanan

Lebih jauh Arman menjelaskan, Islam adalah agama merangsang otak kanan manusia menjadi berfungsi. Betapa tidak, ketika kita mencoba memahami bagaimana pergantian malam dan siang terjadi, seperti dijelaskan dalam Al Qur’an, tentu diperlukan daya imajinasi untuk bisa merasakan kebesaran Tuhan dalam menciptakan alam semesta, menumbuhkan aneka tumbuhan, dan bagaimana Sang Khaliq menurunkan hujan.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (Qs. Ali Imran 190-191).

“Tanpa bantuan imajinasi(otak kanan), kita tidak sanggup melihat dan merasakan langsung tanda-tanda yang dimaksud, dan tidak sanggup memikirkan penciptaan langit dan bumi,” ungkap Arman.

Bahkan dalam hadits Nabi dikatakan: “Sembahlah Tuhan-Mu seakan-akan engkau melihatnya, dan apabila kamu tidak sanggup melihat-Nya, maka yakinlah bahwa Allah melihat kamu.”

Sangat jelas dalam hadits ini, perintah untuk seolah-olah melihat Allah dalam shalat adalah pekerjaan imajinasi atau kemampuan “membayangkan.” Seperti kita ketahui, sepertiga dari ayat-ayat suci Al Quran adalah bercerita tentang kisah jaman dahulu dan banyak menggunakan kata perumpamaan: seakan-akan, seperti, yang tentunya membutuhkan daya imajinasi yang kuat. “Tahukah Anda kalau daya imaninasi adalah tanggungjawab otak kanan?” kata Arman.

Hasil Penelitian Mutakhir

Tahukah Anda, bahwa kemampuan otak kanan itu memiliki kapasitas 90% dan otak kiri hanya 10-12%. Hasil penelitian mutakhir di AS menyebutkan, peran logika dalam membuat orang menjadi sukses hanya 4-6%, sedangkan 94-96% adalah tanggungjawab otak kanan yang banyak berhubungan dengan inovasi, kreativitas, naluri, intuisi, daya cipta, kejujuran, keuletan, tanggungjawab, kesungguhan, spirit, kedisiplinan, etika, empati dan lain-lain.

Sedangkan tugas otak kiri adalah yang selalu berhubungan dengan angka-angka, bahasa, analisa, logika, intelektual, ilmu pengetahuan. Adapun otak kanan bertanggungjawab dalam hal imajinasi, kreativitas, seni, music, inovasi, daya cipta, intuisi, otak bawah sadar, keikhlasan, kebahagiaan, spirit, keuletan, kejujuran, keindahan dan lain-lain. Selain diurusi oleh otak kiri maka menjadi urusan otak kanan.

....Otak kanan dapat merekam dengan cepat dan tersimpan selamanya dalam memori otak. Sel-sel darah manusia dapat menjadi cadangan tempat penyimpanan memori manakala memori otak kita penuh. Kapasitas kemampuan otak kanan dalam menyimpan memori mencapai 10 pangkat 5 juta kilometer....
Dikatakan Arman, otak kanan, sesungguhnya dapat merekam dengan cepat dan tersimpan selamanya dalam memori otak. Sel-sel darah manusia dapat menjadi cadangan tempat penyimpanan memori manakala memori otak kita penuh. Perlu diketahui, kapasitas kemampuan otak kanan dalam menyimpan memori mencapai 10 pangkat 5 juta kilometer, yang kalau dihitung deretan angka nol di belakangnya adalah sebanding dengan jarak antara bumi dan bulan 14 kali pulang pergi.

Lalu apa pentingnya imajinasi? Lebih jauh, Arman memberi contoh, Albert Einstein menemukan teori relativitas karena kekuatan imajinasinya. Kemudian sewaktu duduk di bangku sekolah, gurunya mengajari Einstein tentang kekuatan daya imajinasi.

Ingat..salah satu rahasia kecerdasan orang Yahudi adalah kekuatan imajinasi, mereka menganggap imajinasi lebih kuat dari kenyataan.

Andrea Hirata, penulis buku Laskar Pelangi bisa sukses, bukan karena ilmu finance yang mereka pelajari di Sorbonne Prancis, akan tetapi karena kemampuan daya imajinasi seorang Andrea, kreatif meramu perjalanan hidupnya menjadi suatu cerita yang menarik, lalu ditulislah kedalam bentuk Novel Tetralogi Laskar Pelangi—sekarang menjadi novel berkelas dunia karena sudah dialihbahasakan ke dalam berbagai bahasa. Novelnya kemudian difilmkan dan sukses di pasaran.

Salah satu orang yang bisa membiayai untuk berwisata ke luar angkasa adalah pembuat game computer dari Amerika Serikat (AS), keahlian untuk merancang game komputer, tentunya membutuhkan kemampuan imajinasi yang tinggi.

Bahkan orang terkaya di dunia, Billy Gates, pemilik Microsoft adalah seorang yang drop out dari perguruan tinggi. Tapi jangan ditanya soal tekad dan daya imajinasi yang tinggi, sehingga mampu mendirikan perusahaan Microsoft yang dibangun dengan modal tekad yang kuat.

Bahkan, Matshushitya Konoshuke, pemilik perusahaan elektronik Jepang “Panasonic” adalah mantan penjaga toko sepeda. Termasuk motivator sekaligus penulis buku terkenal Andri Wongso adalah anak dari keluarga miskin di Malang yang tidak tamat sekolah dasar, tapi karena keberaniannya bermimpi (daya imajinasi) akhirnya menjadi bintang film di Hongkong serta membuat kata-kata mutiara yang ditulis di kertas pembatas buku bernama Harvest. Itu artinya, cerdas saja tidak cukup, tapi diperlukan kreativitas dengan selalu mengasah imajinasi, dalam hal ini merangsang otak kanannya.

God Spot

Peneliti “Neuorolog” Michael Persinger di awal tahun 1990-an dan VS. Ramachandran bersama timnya di Universitas California. Barat pernah meneliti, adanya titik Tuhan (God Spot) dalam otak manusia. Ternyata, pusat spiritual yang terpasang ini terletak di antara hubungan-hubungan syaraf dalam cuping-cuping temporal otak. Melalui pengamatan terhadap otak dengan topografi emisi, positron, dan area-area syaraf tersebut akan bersinar manakala subjek penelitian diarahkan untuk mendiskusikan topic spiritual atau agama.( Berguru Kepada Allah, Abu Sangkan,2009)

Menurut ahli syaraf, syaraf ini memiliki gejala yang unik, karena tidak teraliri oleh darah sepanjang hari, namun tidak mati. Syaraf ini butuh darah hanya 2-4 detik saja sebanyak 5 kali sehari. Syaraf ini diyakini sebagai chip atau modem yang ditanam oleh Allah ke dalam otak manusia agar mampu mendeteksi hal-hal yang berhubungan dengan spiritual dan ilmu yang datangnya langsung dari Sang Pencipta melalui ilham.

Sebaliknya, apabila syaraf ini tidak aktif, maka orang tersebut sulit untuk menerima hal-hal yang berbau moral/etika, apalagi spiritual. Mungkin pula syaraf ini yang tidak aktif pada anak kita, sehingga sulit untuk membentuk karakter anak yang pada akhirnya nyaris gagal membangun karakter bangsa ini.

....Otak kanan memiliki kemampuan dalam hal rasa empati, kemampuan berkolaborasi dengan hati, dan kemampuan daya kreatif....

“Otak kanan memiliki kemampuan dalam hal rasa empati atau kepedulian yang tinggi. Otak kanan juga memiliki kemampuan berkolaborasi dengan hati, memiliki kemampuan daya kreatif dan seni yang tinggi. Keistimewaan otak kanan juga memiliki gelombang otak bernama gelombang alfa. Gelombang ini yang bisa merasakan keikhlasan, kebahagiaan, ketenangan, kekhusyukan, relaxi, hening, kepuasan, imajinatif dan seterusnya.

Praktisi pendidikan Djauharah Bawazir menambahkan, untuk memfungsikan otak kanan anak, perlu merubah metode dan paradigma guru dan pendidikan kearah pembelajaran yang lebih baik dan efesien. “Pendidik harus focus. Setelah merubah paradigma, lalu ditanamkan kesadaran, disiapkan mental berjuang dan pengorbanannya. Ingat, guru itu digugu dan ditiru,” kata Djauharah yang juga Dosen PGTK Bunyan.

Kata Djauharah, ketika paradigma diubah, maka seorang pendidik akan diikuti anak didiknya tanpa paksaan, disegani tapi dicintai, menjadi teladan, mengarahkan, membangun semangat, mengembangkan cita-cita, dan memotivasi. Ketika pola didik dilakukan secara maksimal, maka terbentuklah karakter manusia yang berilmu, bertakwa, ikhlas, santun, tanggungjawab dan sabar.

“Seorang pendidik ketika memberikan hukuman kepada anak didiknya, bukanlah pelampiasan kekesalan, tapi untuk kebaikan anak didiknya. Jangan buat anak susah, ketakutan, dan tertekan di kelas, sehingga menyebabkan anak tidak kreatif. Pendidik yang sukses adalah ketika anak didiknya selalu senang dan bersemangat pergi ke sekolah dan ingin sekali bertemu dengan gurunya,” tandas penulis buku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) itu. [Desastian]

23 komentar:

  1. benar sekali itu mas. terkadang kita disibukkan oleh angka dan angka sehingga kita lupa sejati diri kita ini siapa,bukankah ketika kita berdoa,sholat otak kananlah yang berkerja sehingga kita merasa dekat dengan illahi
    ty for article nya kang
    http://www.iwansky82.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Salam... terima kasih atas kesempatan yang bapak berikan untuk mengikuti pelatihan tekhnik aktivasi otak kanan di hotel Lilianto Sulbar. sangat bermanfaat bagi kami. sukses buat bapak dan tetap berkarya. wassalam

    BalasHapus
  3. @iwansky: betul sekali Mas...kita sdh dikuasai oleh logiga sampai2 logika mengalahkan Tuhan, nilai ujian lebih penting dr pembangunan moral anak. Itu akibat dr diabaikannya fungsi dr otak kanan manusia.

    @Ciccikoni: Iya mbak...sama2 smoga Tuhan memberi kita petunjuk lewat aktifnya otak kanan kita, yg tentunya sgt tergantung dr kita percaya kpdnya atau tidak, atau kita lbh yakin dg otak kiri yg hy mengurusi hitung2an, analisa, logika, bahasa, egois, materialistik, terkotak2, formalitas, penuh kepalsuan, semu,dll. Smoga bermanfaat apa yg telah dipelajari,amin.

    BalasHapus
  4. setuju semoga indonesia makin maju dengan banyaknya yang mengembangkan otak kanannya...
    catatanabuayyub.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. mhn dukungannya utk menggerakkan otak kanan bangsa ini agar bs mengejar ketertinggalan yg semakin jauh tertinggal dg bangsa2 lain di dunia...sekedar info inilah rahasia negara barat bs maju lwt otak kanan, tp diam2 mereka mengembangkannya...dan sgt dirahasiakan, krn itu jgn heran jika ada yg menulis ttg bahaya otak kanan.trims sukses selalu buat bang Abu Ayyub.

      Hapus
  5. Spiritual di negara kita Indonesia sebagiaan besar umat masih bersifat Ritual-2 saja, sehingga hanya Kwantitasnya saja yang kelihatan, belum sampai pada Kwalitasnya. akan sangat efektip Ilmu pengetahuan dengan metode-2 ini dapat masuk sebagai pendamping dalam pendidikan Agama.
    Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ass. betul sekali Bang Zero1..itu sebabnya kt hy bs merasakan ritualx saja, bahkan telah byk yg mengalami khusu syariat tp hampa dlm koneksi dg Allah. Krn hy otak kanan yg diberi fasilitas oleh Allah utk bs merasakan keberadaanNya. Begitupun keyakinan hy bs dirasakan oleh o.kanan. krn itu Islam sgt berkaitan dg o.kanan, bukankah kt disuruh utk memulai dg yg kanan..tetapi..mengapa kt memprioritaskan o.kiri/logika?...pastaslah kalau Islam tertinggal..

      Hapus
  6. mantap...
    mari kita galakkan otak kanan melalui pendidikan karakter
    from http://antontenera.wordpress.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. sy sgt mendukung mas Anton..tanpa melalui o.kanan karakter tdk bs terbangun, krn APLIKASInya ada di otak kanan manusia bernama: Empati, Kasih Sayang, CINTA, Ikhlas, Bahagia, Naluri, Intuisi, Kesabaran, menghargai org lain, dll.

      Hapus
  7. Salam dari Malaysia.
    Bagus sekali perkongsiaannya Tuan.
    Jika ada kesempatan, bolehkah kiranya Tuan sertakan latihan2 bagi memantap dan mengasah otak kanan.

    BalasHapus
  8. terima kasih tuan Uwais, salam kembali utk saudara serumpun, kami jg punya teman dr Malaysia sewaktu ikut program JICA pertukaran pemuda ASEAN-JEPANG 2004, saya siap berkolaborasi demi terwujudnya kedamaian di muka bumi.

    from, armanbugis@yahoo.com
    bila ada pertanyaan lebih lanjut silahkan via email ini.

    BalasHapus
  9. No offense, gue seorang muslim juga, tapi menurut gue Islam lebih mengutamakan otak kiri. Kita semua tahu sedari kecil adab dalam Islam yaitu menggunakan tangan kanan untuk makan minum dan sebagainya. Selain itu petunjuk Tuhan berupa Al-Qur'an juga diturunkan berupa tulisan yang diolah oleh otak kiri. Perintah pertama dari Allah sendiri dalan Al-Alaq adalah "bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan". Kata-kata diproses oleh otak kiri. Kemudian Islam sendiri juga membatasi beberapa seni seperti menggambar makhluk hidup, membuat patung, dan bahkan alat musik. Makanya nasyid akhir-akhir ini menggunakan acapella sebagai alat musiknya agar terhindar dari syubhat akan benarnya pengharaman alat musik. Kemudian ada juga hadis Rasul mengenai larangan panjang angan-angan yang sangat sering dilakukan oleh orang yang dominan otak kanan. Di sini posisi saya sendiri bukannya menyerang agama sendiri. Tapi saya mencoba melihat dari dua sisi, dan mencoba melihat sendiri kalau otak kanan tidaklah sehebat itu. Coba anda ketik "right brain better than left brain", hasil search yang muncul tidak banyak. Itu sendiri dikarenakan di Barat sendiri bahkan otak kanan tidak didewa-dewakan seperti yang ada di Indonesia akhir-akhir ini. Coba Anda baca sendiri buku Tony Buzan yang memprakarsai mind-map mengenai The Power of Creative Intelligence, di sana dia mengungkapkan kalau kreatif itu bukan hanya otak kanan. Sangat banyak dari kreativitas itu ditopang oleh otak kiri dan juga realisasinya sebagian besar menggunakan otak kiri. Coba bayangkan saja kalau kita punya ide bagus untuk desain grafis misalnya, tetapi sayangnya kita gak bisa menjalankan aplikasi-aplikasi grafis,photoshop misalkan. Apa yang kita harapkan? Kita gak bakal pernah munculkan ide itu ke dunia real, cuma bakal berakhir di pikiran kita sendiri.

    Selain itu diungkapkan juga di Barat kalau orang yang kidal yang cenderung dominan otak kanan itu lebih baik hati, tetapi perhatiannya mudah sekali teralihkan. Selaiin itu,cenderung lebih dominan otak kanan memiliki rasa percaya diri yang rendah. Dan mereka tidak suka rutinitas yang mungkin bakalan berujung pada kehidupan yang tidak stabil. Face it guys! Right brain is not all that better.

    BalasHapus
  10. Yth. Hacking-em-nut
    Semoga Allah senantiasa melimpahkan cahaya-Nya ke dalam hati manusia yg ikhlas,amin.
    Terima kasih Anda telah mengomentari artikel kami ttg dahsyatnya otak kanan. Dan berasumsi bahwa islam lebih mengutamakan otak kiri dg pertimbangan:
    1. Islam menyuruh menggunakan yg kanan spt makan-minum dg tangan kanan, melangkah dg kaki kanan, pakai baju-sepatu dg kaki kanan. Tapi Anda tdk mengambil pelajaran dari islam (mendahulukan yg kanan) termasuk mendahulukan otak kanan.
    2. Perintah atau ayat pertama yg diturunkan Allah adalah surat Al Alaq ( perintah membaca) Anda mengartikan “Bacalah” seperti hy membaca biasa/baca tulisan. Anda tdk memahami ilmu tafsir Al Quran. Perlu bertanya kepada Kiyai yg menguasai ilmu tafsir.
    3. Pendapat islam mengharamkan music, masih terdpt beda pendapat antara ulama ttg hal ini, termasuk soal KB, Bunga Bank, Bayi Tabung, Doa Qunut, Jumlah rakaat sholat taraweh, penetapan hari Raya Idul Fitri, dll. Ini masalah klasik. Apa maksudnya Allah mengeluarkan bunyi disaat Anda memukul bambu, batok kelapa, panci, besi, kuningan, kulit binatang, kawat besi/plastik, bunyi burung, bunyi angin, bunyi daun bambu tertiup angin, bunyi mulut yg bs menghasilkan ribuan jenis bunyi.dll
    4. Berangan-angan, atau melamun, yg dimaksud dalam islam tdk sama artinya dengan IMAJINASI dlm fungsi otak kanan. Krn Imajinasi diperuntukkan utk tujuan positif dan disengajakan bukan secara tdk terkendali dan tdk sadarkan diri spt melamun/berangan-angan. Tanpa imajinasi tdk ada yg bs diciptakan oleh manusia.
    5. Otak kanan mampu berkolaborasi dg otak kiri, shg apabila kedua belah otak telah berfungsi seimbang, maka tdk ada lagi pemisahan kerja yg kiri atau yg kanan, krn sdh diangkat kekuatannya oleh otak kanan. Spt layaknya power tape mobil, dg memakai tape yg sama akan menghasilkan keluaran yg berbeda, dan berfungsinya kedua speaker dg baik akan menghasilkan bunyi yg stereo shg tdk bs lagi membedakan bunyi speaker yg kiri atau yg kanan, krn sdh menyatu stereo atau sourround.
    6. Otak kanan dg kreatifnya, akan melahirkan ide2 yg cemerlang spt desain atau gambar yg canggih, dan tdk perlu otak kanan sendiri yg melalakukan eksekusi, krn bs diserahkan kpd ahlinya yaitu orang IT. Atau tdk perlu org teknik arsitektur yg mengeksekusi gambarnya atau desainnya sendiri, tapi bs diserahkan kpd ahlinya yaitu teknik sipil utk mengeksekusinya.
    7. Ingat Bung, yg mahal adalah ide awalnya, krn jika tdk ada ide awal maka suatu rencana atau mimpi2 tdk akan pernah ada.
    8. Salah satu fungsi otak kanan adalah soal spiritual (termasuk The God Spot), dan islam adalah mengatur tentang spiritual. Maka mana mungkin islam mengutamakan otak kiri.
    9. Hal yg ghaib /tdk tampak juga menjadi urusan otak kanan, sdgkan islam byk mengatur tentang sesuatu yg ghaib spt hari kiamat, surga dan neraka, dan tentang TUHAN sendiri adalah ghaib adanya. Masihkah Anda berani mengatakan islam adalah mengutamakan otak kiri?
    10. Dan islam mencontohkan bagaimana kehebatan otak kanan berlaku bg seorang rasul bernama Muhammad SAW, beliau tdk bs baca,tulis,hitung, tanpa sekolah dan kuliah. Tapi siapa yg meragukan kemampuannya dlm memimpin, sbg panglima perang, businessman, diplomat yg ulung, contoh suritauladan bagi manusia, mengahpal AlQuran dan terjemahannya serta hikmah dibalik ayat2 Allah. Kalaulah otak logika atau otak kiri yg membuat org cerdas, maka org yg tdk berkesempatan menimba ilmu di bangku sekolah tdk akan cerdas otaknya. Tapi fakta mengatakan lain, justru org yg pendidikannnya rendah byk menjadi org sukses. Salah satunya Motivator Andrie Wongso yg tdk tamat SD.
    Semoga menjadi renungan, bagi siapa saja yg masih mendewakan logika atau otak kiri.
    Salam hangat dari Kami,
    armanbugis@yahoo.com

    BalasHapus
  11. Assalamulaikum pak Arman...
    saya dan anak pertama saya adalah orang kidal sejak kecil.tetapi orang2 di sekeliling kami sering menganggap kebiasaan kidal kami tidak baik dan berusaha merubahnya.apa yang harus saya lakukan ya pak untuk menyadarkan mereka bahwa orang yang kidal itu sebuah anugerah?bukan hal buruk...memang jika dilihat dari ciri2nya kami imajinatif n lebih sabar dari suami dan anak kedua saya..apa otak kanan kami itu lebih aktif dari otak kiri kami?thnks before pak atas penjelasannya...
    Salam santun

    BalasHapus
  12. Waalaikummussalam...
    Kidal adalah anugrah Tuhan, utk memperlihatkan betapa sempurnanya ciptaan Tuhan bernama manusia, tp sebagaian org tdk bs memahami itu, shg menganggap sbg sesuatu yg buruk. Org kidal biasax byk lebih kuat otak kananx shg kelihatan lebih kreatif, sabar dan mampu mengendalikan emosi. Semua itu adalah sinyal atau pelajaran bg manusia ttg adanya otak kanan, tp manusia tdk mampu menangkap pesan tsb, malah dianggap buruk. Tidakkah dia pelajari kenapa org yg tawaf di Ka'bah atau mengelilingi Ka'bah ke kiri ?, lalu kenapa benda2 luar angkasa spt Sistem tata surya semua berputar ke kiri ? bahkan sel2 atau partikel terkecil manusia yaitu atom dan proton berputar ke kiri mengelilingi pusat energinya. Sistem tata surya kita jg mengelilingi pusat Galaxy dg berputar ke kiri...smoga hal ini dpt membukakan mata hatinya bg org yg belum memahami. Semoga dpt bermanfaat informasi ini, Amin.

    BalasHapus
  13. Sangat menarik artikelnya bang Armanbugis, semoga bisa memberikan pencerahan buat kita semua. Kebetulan sama2 satu daerah kita di Bekasi...mungkin kapan2 bisa bersilaturahmi begitu. Saya kebetulan juga tertarik dengan otak kanan dan bagaimana memaksimalkannya dan menggunakannya untuk kebaikan sebagai wujud syukur kita atas karunia Sang Khaliq. Saya sendiri tidak menyadari jika ternyata saya adalah termasuk yang dominan menggunakan otak kanan dalam kehidupan sehari2. Yg saya rasakan cuma saya tidak suka monoton, menyenangi pelajaran seni musik/menggambar, senang dengan gambaran besar/konsep, mencoba dan mengexplore ide-ide baru, kalau dalam bekerja buat saya ada seribu satu cara kreatif utk menyelesaikan satu pekerjaan sampai2 saya dicap terlalu banyak mau/ide di kantor, sangat mudah berempati, dll. Belakangan saya semakin penasaran dgn itu semua dan mencoba melakukan tes psikologi apakah memang saya termasuk orang yg dominan otak kanan. Ternyata demikian hasilnya dan sekarang sedang belajar lebih memaksimalkan karunia dari Sang Maha Pencipta dan juga sedang mempersiapkan blog untuk sharing dan berbagi.

    Sedikit share dari saya, memang pemahaman tentang bagaimana kita memahami suatu fenomena atau kejadian adalah tidak sama, karena memang masing2 kita cenderung menggunakan bagian otak yang berbeda sebagai mesin kecerdasannya utk memahami fenomena tsb. Shg saya tidak heran mereka yg cenderung menggunakan otak kiri akan merespon selayaknya otak kirinya merespon fenomena tsb. Sedang mereka yg cenderung otak kanan juga akan merespon dengan caranya otak kanan. Namun walaupun masing2 belahan otak merespon dgn cara yang berbeda, menurut teori yang saya pelajari ternyata kita juga sebenarnya menggunakan keseluruhan bagian otak kita. Hanya saja dari seluruh bagian otak yg digunakan, kita cenderung hanya menggunakan 1 bagian otak saja secara dominan dalam kehidupan sehari2. Dan bagian otak yg kita gunakan secara dominanlah yg akan menjadi mesin kecerdasan kita. Sehingga akhirnya kita mengenal orang2 yang sangat dominan menggunakan otak kiri seperti pd profesi engineer, teknisi, dll. Dan mereka yang dominan otak kanannya spt musisi, seniman, pembicara, dll. Pada hakekatnya walaupun manusia secara dominan hanya menggunakan salah satu belahan otaknya saja, saya sangat setuju bahwa God Spot itu ada dan terletak pada belahan otak bagian kanan yang berfungsi sebagai chip untuk mengenal dan mengakses energi Sang Maha Pencipta.

    Setiap manusia diberi bekal dan otak yang sama, lantas yg menariknya mengapa bisa berbeda pemahamannya dalam memandang suatu fenomena apalagi berbicara tentang Sang Khaliq? Menurut pendapat saya hal tsb dikarenakan apa yg dilihat secara nyata dan diterjemahkan oleh belahan otak kita yang dominan -dimana masing2 orang berbeda belahan otak yang dominannya- tidak dikonfirm atau dibenarkan oleh hati nuraninya sehingga apa2 yang tampak secara nyata akan langsung dibenarkan oleh belahan otak dominannya dan dijadikan suatu pembenaran dan keyakinan. Dan tidak heran perbedaan yg terjadi sangat besar dan dominan dan yang demikian itu memang bukan domainnya kita sebagai manusia. Hanya Sang Maha Penciptalah yang bisa membolak balikkan hati. Hati yang telah mendapat hidayah atau petunjuk akan mengkonfirm informasi fenomena nyata yang ditangkap oleh panca indera kita yg kemudian diproses oleh belahan dominan otak kita menjadi informasi yang menyambungkan God Spot kita dgn Sang Maha Pencipta dalam segala aspeknya. Mohon maaf bila komen dan sharing saya kurang berkenan.

    Demikian dan maju terus ya bang Armanbugiss untuk memajukan negara ini dengan otak kanan, aamiin.

    Wassalamua'laikum warrahmatullahi wabarakaatuh.
    Imrod Kartiko - Bekasi

    BalasHapus
  14. Menurut ahli syaraf, syaraf ini memiliki gejala yang unik, karena tidak teraliri oleh darah sepanjang hari, namun tidak mati. Syaraf ini butuh darah hanya 2-4 detik saja sebanyak 5 kali sehari.
    lima kali,,, sama dengan jumlah kita sholat dalam sehari

    BalasHapus
  15. Menurut ahli syaraf tsb bhw teralirinya darah ke syaraf itu pd saat kita sdg sujud kpd Pencipta, cukup 2-4 detik sj, sekitar 5 kali sehari, dan menurut sumber yg kami baca peneliti syaraf tsb akhirnya menjadi Muallaf. Yg penting hrs kita pastikan adalah apakah syaraf tsb sdh dinyalakan atau belum, jgn-jgn syaraf ini yg tdk bekerja pd anak2 kita shg sulit menerima hal2 yg berbau Etika dan Spiritual?

    BalasHapus
  16. keren informasinya sngat bermanfaat sekali bagi para pembaca. otak kanan memang jika kita bahas tidak akan ada habisnya. sangat menakjubkan dan luarbaisa sekali. terimaksih sekali lagi
    o iya.. ini jika memerlukan informasi tambahan mengenai otak kanan dan otak kiri atau teknik meningkatkan daya ingat dengan otak kanan klik saja ini daya ingat otak

    BalasHapus
  17. kalo saya jujur pengalaman pribadi sekitar bulan mei 2012 lalu. sempat orang disekitar saya mengatakan saya gila. saya sendiri pun juga tidak mengerti apakah saya gila atau tidak. tapi satu hal yg jelas saya masih mampu mengingat kejadian kejadian yg pernah terjadi mulai dr masakecil saya sampai dalam saya keadaan tersebut. seolah saya dalam flashback. bahkan sampai saat ini saya masih ingatbetul kejadan2012 tersebut. lengkap dg tempat dan peristiwanya. tetapi ketika 6 bln kemudian saya sembuh melalui usha saya sendiri dg kembali ke kampung tanah kelahiran saya. dan setelah saya konfirmasi ke dr,penjelasannya saya tidak apa apa.

    BalasHapus
  18. Subhanallah, begitu sempurnanya Sistem Itak yang diciptakan oleh Pencipta Allah SWT

    BalasHapus